Tidak terima di tegur petugas, karna serobot antrean, pengendara ini malah tampar petugas SPBU!

Sebuah video yang merekam tindakan seorang pengendara sepeda motor menampar pegawai SPBU di Padalarang, Jawa Barat, viral di media sosial pada Kamis (4/6/2020).

Hingga Jumat (5/6/2020) siang, unggahan video tersebut mendapatkan ratusan komentar.

Dalam unggahan tersebut,
menuliskan narasi sebagai berikut:

"Info yg kami terima pengendara tersebut tidak mau antri saat mengisi BBM dan menampar pegawai SPBU perempuan .
Saat dikonfirmasi, Unit Manager Communication Relations and CSR Pertamina Marketing Operations Region 3 Dewi Sri Utami membenarkan peristiwa tersebut.

Dewi mengatakan, peristiwa terjadi di SPBU 34.405.13, Jalan Raya Caringin No.357, Kertajaya, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (3/6/2020).
"Iya benar (kejadiannya). Saat itu sekitar pukul 19.11 WIB, operator SPBU berinisial M menerima tamparan dari salah satu pelanggan," kata Dewi, Kamis (4/6/2020).

Dewi menjelaskan kronologi peristiwa itu.

Awalnya, M tengah melayani pengisian BBM untuk konsumen kendaraan roda dua.

Tiba-tiba, ada seorang pengendara sepeda motor yang menghampirinya dan menanyakan ketersediaan produk Pertamax.

"Dalih itu (menanyakan ketersediaan Pertamax) memiliki maksud agar si pengendara tersebut didahulukan," kata Dewi.

Menjawab pertanyaan itu, M mengatakan, produk Pertamax tersedia dan ia meminta pengendara tersebut untuk kembali antre.
Akan tetapi, pengendara sepeda motor tersebut mencoba menyerobot antrean sembari meminta dirinya untuk didahulukan.

"Operator SPBU menegur konsumen agar tetap mengantre dan konsumen akhirnya mengantre. Pada saat tiba giliran konsumen tersebut dilayani, konsumen langsung menampar muka operator M tadi," ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, meski mendapatkan perlakuan tindak kekerasan, M tetap melayani konsumen tersebut.
Setelah kejadian itu,M langsung melaporkannya kepada pengawas SPBU.

"Operator SPBU berinisial M dan pengawas SPBU telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Padalarang," kata Dewi.

Menanggapi hal ini, Dewi selaku pihak PT Pertamina sangat menyayangkan peristiwa tersebut.

Pihaknya mengimbau agar konsumen untuk tetap menaati aturan di SPBU, termasuk mengantre saat pengisian BBM.

"Terlebih di masa menjelang diberlakukan new normal, di mana aturan antrean diharapkan dibuat berjarak baris satu per satu, tidak berkerumun dan tetap mengacu pada prosedur protokol keamanan Covid-19," ujar dia.
Dewi mengatakan, agar protokol Covid-19 pada saat new normal dapat berjalan dengan baik, diperlukan kerja sama dari semua pihak dan saling mengingatkan satu sama lain.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

SARAN DARI KAMI