Polisi sita uang palsu sebesar hampir RP 3MILYAR untuk di edarkan di indonesia

Jajaran Polres Tasikmalaya menyita hampir 30.000 lembar uang palsu pecahan 100.000 saat menggeledah sebuah mobil di check point Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/5) selepas magrib.
Selain mengamankan uang palsu senilai hampir Rp 3 miliar berikut kendaraan Kijang kapsul bernopol F 1763 AQ, petugas juga mengamankan empat warga Tangerang, Jakarta dan Cianjur.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana, didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Tasikmalaya, Heru Saptaji, saat memberikan keterangan pers di Mapolres, Rabu (13/5), mengungkapkan, penangkapan mobil Kijang pembawa uang palsu senilai hampir Rp 3 miliar itu sekitar pukul 18.30.
"Saat itu anggota kami yang bertugas di check point Cikunir mencegat mobil Kijang tersebut karena berpelat luar Tasikmalaya. Untuk cek masker serta physical distancing," kata Kapolres.
Petugas lainnya memeriksa kendaraan termasuk di dalam kabin. Petugas menemukan dua ransel di jok belakang. "Ketika dibuka ternyata isinya uang. Petugas kami curiga dan menyuruh mobil menepi," kata Hendria.

Setelah diperiksa secara seksama, petugas mencurigai uang yang terdapat dalam dua ransel hitam itu uang palsu. "Kami mengontak pihak BI untuk memastikan keasliannya," ujar Kapolres.
Petugas BI yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan. Semua yang ada di situ terkejut, ternyata uang dua ransel senilai Rp 2,96 miliar itu dipastikan palsu.
"Dua orang yang ada di dalam mobil langsung kami tangkap. Keduanya berikut barang bukti langsung digiring ke Mapolres untuk diproses lebih lanjut," ujar Kapolres.
Dari pengembangan penyelidikan, jajaran Satreskrim menangkap lagi dua tersangka lainnya. Mereka adalah MD, NF, MS dan JU, warga Jakarta, Cianjur dan Tanggerang.
Para tersangka akan dikenai pasal 36 ayat 2 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 Miliar.
Cari Orang Pintar
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo De Cuellar Tarigan, mengungkapkan, para tersangka pembawa uang palsu hampir Rp 3 miliar, saat disergap sedang mencari orang pintar di kaki Gunung Galunggung.
"Mereka itu kan orang Jakarta, Tangerang dan Cianjur. Saat kami tangkap di check point Cikunir, Singaparna, sedang mencari orang pintar," kata Kasatreskrim, di Mapolres, Rabu (13/5).
Para tersangka yang berasal dari Jakarta, Tangerang dan Cianjur tersebut tengah mencari orang pintar yang bisa mengubah uang palsu menjadi uang asli.
"Iya, mereka (para tersangka, Red) itu sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat orang pintar di kaki Gunung Galunggung," kata Siswo.
Kedatangan mereka ke sana, tidak lain adalah untuk meminta bantuan agar uang palsu yang mereka bawa sebanyak 29.600 lembar pecahan Rp 100.000 itu bisa berubah jadi uang asli.

"Yang bertugas menemui orang pintar ke Galunggung adalah tersangka MD warga Jakarta dan MS warga Cianjur (bukan Tangerang seperti di berita sebelumnya, Red)," ujar Siswo.
Namun nahas, saat melintas dan dihentikan petugas di check point Cikunir, keduanya ketahuan tengah membawa uang palsu tersebut, setelah petugas memeriksa isi kabin mobil yang mereka tumpangi. (firman suryaman)
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

SARAN DARI KAMI