Polisi bongkar 4 Kasus Prostitusi Online di periode bulan mei

Dalam rentang periode bulan Mei 2020, Timsus Maleo Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) sudah membongkar 4 kasus dan mengamankan diduga pelaku yang terlibat dalam kegiatan asusila tersebut.
Hal ini dibenarkan oleh Katimsus Maleo Polda Sulut Kompol Prevly Tampanguma SH saat dikonfirmasi mengenai jumlah kasus yang protitusi online yang telah diungkap dalam periode bulan ini, Rabu (27/5/2020) malam.
Dengan rincian, Timsus anti bandit atau kejahatan jalanan rintisan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM itu, telah mengamankan diduga pelaku dan mengungkap 4 kasus di antara 3 kasus di Kota Manado dan 1 kasus di Minahasa Utara.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Manado, hari pertama Mei, Timsus Timsus Maleo membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur.
Diduga 6 korban yang terlibat prostitusi online yang diamankan ialah MU (14), SB (14), CJ (14), I (22), AM (21) dan AM (19).
Sementara itu, Timsus Maleo juga mengamankan, 4 pelaku mucikari prostitusi tersebut ialah VT (19), AM (25), RL (15) dan II (23).

"TKP pada Jumat 1 Mei 2020 sekitar 03.47 wita yang bertempat di sebuah hotel tepatnya di Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang, Kota Manado," kata Kompol Prevly, Jumat (1/5).
Lanjutnya, hal itu berawal dari laporan masyarakat pada hari itu pukul 03.10 Wita, bahwa di lokasi pada salah satu hotel daerah Malalayang itu telah sering terjadi prostitusi terhadap perempuan di bawah umur.
Kasus berikutnya, selang dua hari, kali ini dari wilayah Minahasa Utara, Timsus Maleo kembali membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan anak remaja.
Saat itu, TKP di sebuah penginapan, tepatnya di Maumbi, Tim Maleo mengamankan 8 orang laki-laki dan 4 perempuan yang terlibat kasus prostitusi online, Minggu (3/5) pukul 03.15 Wita.
Hal ini berdasarkan laporan masyarakat Maumbi kepada tim sehingga Tim Maleo langsung menuju TKP dan kemudian 4 korban perempuan prostitusi online yang diamankan ialah MA (16), TA (21), KP (17) dan JU (16).
Sementara itu, diamankan juga, 8 pelaku mucikari terhadap prostitusi online tersebut ialah RB (23), RL (26), FK (20), MN (21), AK (20), GR (19), JT (34) dan AT (25).
"Kronologis penangkapan ialah pada hari Minggu tanggal 3 Mei 2020 sekitar pukul 03.15 Wita, Timsus Maleo telah membongkar dan mengamankan yang diduga pelaku-pelaku prostitusi online melalui aplikasi MiChat," ujar Kompol Prevly.
Ungkap Katimsus Maleo, hal ini berawal dari laporan masyarakat pada Minggu (3/5), Timsus merespon laporan dari masyarakat setempat karena mencurigai bahwa 4 perempuan tersebut adalah korban prostitusi online.
Ketiga, kasus selanjutnya di Kota Manado, selang sehari (4/5), Timsus Maleo melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku yang juga terkait kasus prositusi online dengan 2 orang.
Hal tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor:STPLP/793/IV/2020/Sulut/ RestaMdo tentang tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua.
Selanjutnya, Timsus Maleo mengumpulkan satu unit barang bukti kendaraan roda dua hasil curanmor dan sebuah handphone sebagai alat prositusi online.

Para tersangka yang diamankan ialah laki-laki inisial YRS (18), JJN (43) dan seorang perempuan PP (17).
"Kronologisnya, Timsus Maleo mendapatkan informasi adanya tindak pidana curanmor yang bertempat di Desa Sawangan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa lingkungan dua," ucap Katimsus Maleo, Senin (4/5).
Kata Kompol Prevly, berikutnya langsung melakukan penangkapan terhadap YRS di sebuah hotel dan melakukan pengembangan sehingga diperoleh informasi bahwa YRS terlibat prositusi online bersama JJN dan PP.
Kasus keempat, baru-baru ini Timsus Maleo berhasil mengamankan 19 laki-laki dan 12 perempuan yang diduga terlibat kasus protitusi online sebuah aplikasi media sosial, Rabu (27/5) pagi.
Katimsus Maleo mengatakan, hal ini berdasarkan dari laporan masyarakat dan Timsus Maleo Polda Sulut melakukan pengembangan.
Penangkapan tersebut dilakukan di sebuah TKP di salah satu hotel di Kota Manado.
Ada di sebuah hotel dan dua kamar yang mereka gunakan untuk praktik prostitusi online," kata Kompol Prevly Tampanguma
Ia menambahkan, jadi mereka pesta lem eha-bond, obat batuk dan melakukan kegiatan prostitusi.
Barang bukti yang diamankan ialah lem eha-bond, obat batu cari, sisa alat kontrasepsi (kondom) dan kondom bekas pakai dan handphone serta sebuah pisau jenis badik.
"Untuk proses selanjutnya di Krimum di Unit Perempuan dan Anak Polda Sulut," jelasnya.

Inisial 12 perempuan diduga terlibat prostitusi online ialah PR (17), CR (16), NW (17), VR (15), CA (16), CM (15), AW (17), ID (19), BP (17), MS (18), WM (18) dan NL (20).
Lebih lanjut, inisial 19 laki-laki yang diduga terlibat dalam kasus prostitusi online tersebut ialah AP (17), DP (25), HR (23), MR (21), MM (19), JS (18), MU (26), RL (23), JL (17), MN (15), FM (19), LP (18), BS (20), AH (18), RL (19), MW (16), OMP (21), JVH (16) dan RW (18).
Sehingga, secara total pelaku yang diamankan Timsus Maleo yang diduga terlibat prostitusi online termasuk korban dan mucikari pada periode Mei 2020 adalah 56 orang pelaku maupun korban. (Ang)
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

SARAN DARI KAMI