BIKIN VIRAL

follow us

POLISI amankan 9 karung petasan dari penjual dan pembeli

Purwokerto-Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banyumas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang merupakan penjual serta pembuat petasan. Dari penangkapan tersebut mereka berhasil mengamankan sembilan karung petasan siap edar.

Menurut keterangan Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Berry ST SIK sebelum melakukan penangkapan tersebut, pada tanggal 4 Mei 2020 pihaknya mendapati informasi bahwa adanya penjualan petasan yang berada di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok.

“Dari informais tersebut kemudian pada hari Kamis (7/5), kami mengamankan empat petasan renteng dari seorang berinisial MA warga Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok,” kata dia, Selasa (12/5).
Setelah melakukan penangkapan terhadap MA, pihaknya kemudian melakukan pengembangan, hingga akhirnya tersangka MA mengarah pada seseorang pelaku yang merupakan makelar penjual petasan. Namun, makelar petasan tersebut hingga saat ini belum juga ditemukan.

“Masih dalam pencarian kami untuk orang yang menghubungkan MA dengan pembuat petasan,” ujarnya.

Selain mendapati indentitas makelar petasan, Polisi juga mendapati identitas pembuat sekaligus penjual petasan yakni dengan inisial KR warga Desa Meri, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

“Pada hari Senin (11/5) malam, kami kemudian melakukan penelidikan, hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka KR seorang pembuat pentasan sekaligus penjual di sebuah angkringan di Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat,” kata dia.

Dari penangkapan KR, kemudian polisi melakukan introgasi, hingga akhirnya menuju ke rumah KR di Purbalingga untuk melakukan penyitaan barang bukti.

“Dari yang bersangkutan kami menyita lima karung petasan renteng dan satu unit mobil R4 Suzuki Futura warna merah yang digunakan untuk sarana pelaku,” ujarnya.
Setelah berhasil megnamankan sejumlah barang bukti, kemudain polisi melakukan pemeriksaan terhadap petasan dengan unit Jibom Sat Brimob untuk penanganan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya yang bersangkutan terancam pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 subs Pasal 187 bis ayat (1) KUHP, pelaku mendapat ancaman pidana 12 tahun penjara,” kata dia.

Sementara itu menurut keterangan tersangka KR terhadap penyidik Kepolisian, dirinya mengaku mendapatkan bahan-bahan petasan dari luar Purbalingga dan Banyumas.

“Bahannya ada kandungan belerang, potasium dan bubuk brown belinya di wilayah Tegal,” ujarnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar