Mengharukan! Kisah OJOL yang menggratiskan ongkir sembako untuk mahasiswa yang kehabisan bekal

Yogyakarta - Seorang driver ojek online (ojol) di Yogyakarta mendadak viral di twitter usai memposting kisahnya mengantar bahan pokok ke salah seorang mahasiswa. Diketahui, driver ojol itu bernama Hendhi (39).
Dalam postingan yang diunggah di akun pribadinya yakni @Mbendol52768653 pada Sabtu (9/5) malam, Hendhi mengungkapkan kesedihannya lantaran di luar sana masih ada mahasiswa yang kehabisan bahan makanan dan tidak bisa pulang kampung.

"Hari ini saya sedih banget nganter gosend bahan pokok Beras+Nasi+Telur buat mahasiswa.Mereka kehabisan bekal untuk makan dan gak bisa pulang ke kampung Mulai hari ini saya buka FREE ONGKIR area jogja khusus mengantar bahan pokok untuk yg membutuhkan," tulis Hendhi.

Hendhi pun mengaku jika sempat ikut terbawa dalam suasana haru. Bahkan dia juga sempat ikut meneteskan air mata. Dia akhirnya bertekad untuk memberikan layanan gratis ongkir barang bagi yang sangat membutuhkan bantuan.

"Mereka yang nerima sampai nangis,saya juga ikut netesin air mata melihat keadaan seperti ini.Saya sebagai ojol hanya bisa membantu FREE ONGKIR bagi yg ingin memakai jasa saya untuk mengantar barang yg sangat membutuhkan bantuan," lanjutnya.

detikcom kemudian mencoba menghubungi Hendhi. Kepada detikcom, pria lajang asal Kotagede, Yogyakarta itu menceritakan awal mula dia menggratiskan ongkir barang.

"Awalnya saya dapat orderan Go Send, terus saya datang ke tempat penjemputan di salah satu toko sembako terus yang punya toko sembako itu cerita minta tolong diantarkan ada mahasiswa asal Sulawesi kehabisan bekal nggak bisa makan, tolong dianter," kata Hendhi saat dihubungi, Minggu (10/5/2020).
Dia kemudian bertanya kepada pemilik toko sembako siapa yang mengirim. Oleh pemilik toko sembako dijawab jika saudaranya yang meminta untuk mengirimkan sembako itu. Hendhi mengatakan, saudara ibu pemilik toko sembako itu ternyata merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.
"Ceritanya semalam ketemu sama mbaknya (mahasiswi) dan menceritakan jika kehabisan bekal dan tidak bisa makan kemudian dia langsung bilang ke grup WhatsApp di kampusnya yang kebetulan ada dosen di dalamnya dan bilang jika kehabisan bekal," tuturnya.

"Lalu salah satu dosen tadi mengirimkan bantuan lewat saya ada mie instan 1 dus, telur ada berapa kilogram dan beras juga beberapa kilogram. Kemudian saya antar dengan ongkosnya waktu itu Rp27 ribu dari daerah Banguntapan ke daerah Jalan Kaliurang," lanjutnya.
Sesampainya di lokasi tempat pengiriman barang, Hendhi langsung memberikan batuan itu dan dijelaskan kepada mahasiswi itu jika bantuan yang diterimanya berasal dari salah seorang dosennya. Sontak kejadian itu membuat mahasiswi tersebut menangis. Pun demikian dengan Hendhi. "Orangnya nangis, ya saya ikut nangis," ucapnya.

Selain bantuan dari dosen, Hendhi juga ikut membantu mahasiswi tersebut. Dia memberikan sejumlah uang kepada mahasiswi itu. "Sekadar untuk pegangan karena dia katanya tidak pegang uang," katanya.

Dari situlah dia berniat akan menggratiskan ongkir barang-barang kebutuhan bagi mereka yang membutuhkan. Baginya, menolong sesama tak ada ruginya. Sebab, menolong orang lain merupakan perintah agama.

"Kalau saya pribadi nggak rugi karena saya itu tidak tegaan sama orang karena kalau saling tolong menolong itu kewajiban untuk menolong di saat ada rezeki," tutupnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel