Mayat toko agama ini tetap tidak hancur meski di kubur sekian tahun

Pemerintah Arab Saudi mempunyai kebijakan bahwa jenazah yang telah dikubur selama beberapa tahun kuburannya harus digali.
Sebab tulang belulang jenazah kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Hal ini dilakukan demi efisiensi pemakaman.

Lubang kubur yang telah dibongkar akan dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti.

Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Termasuk pula pada jenazah Syaikh Nawawi Al-Bantani yang meninggal pada tahun 1898.

Saat kuburnya berusia 3 tahun,petugas dari pemerintah kota Makkah untuk menggali kuburnya.
Namun yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh.

Tidak kurang satu apapun, tidak ada lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti umumnya jenazah yang telah lama dikuburkan.

Bahkan kain putih kafan penutup jasad beliau tidak sobek dan tidak lapuk sedikit pun. Sontak kejadian ini mengejutkan para petugas yang sedang membongkar makamnya.

Oleh karena itu, pemerintah Arab Saudi melarang membongkar makam Syekh Nawawi Al-Bantani.

Jasadnya lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makamnya tetap berada di Ma’la, Makkah.

Rupanya jenazah Syekh Nawawi Al-Bantani ini bukanlah satu-satunya jenazah yang tetap utuh meski telah dikubur.

Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan jasad yang tetap utuh di Blitar, padahal sudah terkubur selama kurang lebih 31 tahun lalu. Lantas masih adakah jenazah yang tetap utuh setelah dikubur cukup lama.
Pemindahan sebuah makam di Benda, Tangerang, pada 27 Desember 2018 lalu, pun turut menghebohkan warga. Pasalnya, jasad yang diketahui bernama Hariroh binti Arsyad itu masih tetap utuh.

Padahal makam tersebut sudah berumur sekitar 12 tahun lamanya. Pemindahan makam dilakukan lantaran adanya suatu hal yang tidak bisa dijelaskan oleh pihak keluarga.

Penggali kubur, keluarga dan beberapa masyarakat sempat terkejut melihat kondisi jasad yang masih tetap utuh. Kain kafannya juga tidak sobek sedikit pun.

Menurut keluarga dan masyarakat setempat, semasa hidup Hariroh dikenal sebagai guru ngaji dan pengajar Seni Baca Alquran (SBQ).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel