Masih Ingat Sumanto si Manusia Kanibal? Sekarang sudah jadi penghafal al-quran

Beberapa tahun silam, warga Indonesia dihebohkan dengan sosok Sumanto yang suka menyantap daging manusia. Ia pun mendapat gelar manusia kanibal lantaran ulahnya itu.

Diketahui, Sumanto rela memakan bangkai manusia demi menggapai ilmu tertinggi kesaktian yang dianutnya kala itu.

Akibat ulah tak lazim tersebut, Sumanto dijebloskan ke dalam penjara sekitar tiga tahun.

Lalu pada 2006 silam, ia dibebaskan dari penjara usai mendapat bimbingan rohani yang cukup. Namun sayangnya, setelah bebas dari penjara, Sumanto justru tak bisa bergaul dengan masyarakat umum.

Ia hanya bisa menatap dunia yang sempit dari dalam kamar khusus panti rehabilitasi mental An-Nur, Desa Bungkanel, Karanganyar, Purbalingga hingga sekarang.

Berulang kali Sumanto dikembalikan ke keluarganya oleh pengasuh panti, Supono, ke tempat kelahirannya, Desa Pelumutan Kemangkon. Namun selalu saja berujung penolakan dari warga setempat.

Sumanto pun terpaksa dikembalikan ke panti rehabilitasi mental hingga waktu entah kapan.
Usut punya usut, Sumanto kini menjadi pribadi yang lebih baik sejak tinggal di panti rehabilitasi itu. Ia mengalami perubahan yang cukup signifikan dan beraktivitas layaknya masyarakat normal.
Ia pun sudah memiliki pekerjaan baru selama di panti.

“Aktivitas saya bantu-bantu pak Haji (Supono) cabut-cabut rumput, bertani, ikut pengajian, pokoknya ikut pak haji,” kata Sumanto

Selain beraktivitas sosial, Sumanto juga rajin mengikuti pengajian yang diselenggarakan panti.
Menurut Supono, Sumanto mampu melafalkan ayat Al-Qur’an, bahkan ia juga dipercaya mengumandangkan azan.

Tak hanya itu, ia pun turut menjalani ibadah puasa dan shalat tarawih berjamaah di panti selama bulan Ramadan.

“Sumanto kadang-kadang puasa, tapi tidak wajib karena gila,” kata Supono seperti dikutip Kompas, Selasa (14/5/2019).

Meski sudah menjadi lebih baik, citra Sumanto ternyata tetap buruk di mata masyarakat. Stigma Sumanto sebagai sosok mengerikan tak lantas sirna dari benak masyarakat.

Kendati demikian, Sumanto berencana akan menemui orang tuanya menyerahkan bingkisan saat lebaran nanti.

“Sudah 18 tahun di sini, sudah seperti rumahnya sendiri, karena sudah ditolak lima kali (saat akan kembali ke kampung halamannya). Katanya nanti kalau mau lebaran mau pulang mau kasih uang sama Bapak Ibu, terus kasih pakaian, dia ngomong sendiri,” kata Supono.

Namun tak disangka, Sumanto kini menjadi “partner” Supono dalam mengisi ceramah di berbagai kota. Rupanya banyak masyarakat yang penasaran dengan tingkah konyol Sumanto yang kadang tidak terduga.

Supono mengatakan setelah lebaran akan melakukan roadshow ceramah bersama Sumanto di 24 kota, antara lain di Pemalang, Pekalongan, termasuk di antaranya di Pulau Sumatra.
“Mulai hari kedua bulan Syawal Sumanto ikut saya mengisi pengajian di 24 tempat, full tanpa henti,” kata Supono.

“Sumanto jadi bintang tamunya, karena banyak yang ingin lihat orang makan orang, malah yang ingin ketemu kiainya sedikit,” kelakarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel