Istri Selingkuh Hingga Hamil, TKI Asal Ponorogo Hancurkan Rumah Pakai Alat Berat

Ponorogo - Sebuah rumah cukup megah yang ada di Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Ponorogo dirobohkan dengan alat berat, Sabtu (07/03/2020). Padahal, rumah milik TKI ini dalam kondisi istimewa dan tidak ada kerusakan. Diduga rumah mewah seharga Rp 600 juta yang dibangun ditanah seluas 90 meter persegi itu, sengaja dirobohkan karena ada masalah antara suami istri dan suami.

Diketahui suami adalah TKI yang bekerja di Korea. Diduga, TKI berinisial H yang masih bekerja di Korea menyewa alat berat untuk merobohkan rumahnya itu.

"Rumah ini dibangun 5 tahun lalu dilahan mertua. Rumah dirobohkan oleh suami karena keduanya berpisah lantaran istrinya tergoda pihak ketiga," ucap warga yang menyaksikan alat berat merobohkan bangunan rumah itu.

Berdasarkan datanya, H sudah membangun rumah tangga bersama istrinyan W sejak 15 tahun. Bahkan keduanya sudah dikarunia 2 orang anak. Rumah tangga pecah, diduga lantaran istri kepincut pria lain hingga berbuah janin. Sedangkan suami yang masih di Korea marah dan menceraikan istri sekaligus menghancurkan rumahnya itu. Kades Pengkol, Sunoto membenarkan kejadian pembongkaran rumah milih warganya di Dusu Tengah RT 03 RW 01 itu.

"Pembongkaran rumah ini, karena urusan rumah tangga," ungkapnya.

Sunoto menceritakan sang suami, H masih menjadi TKI di Korea. Akan tetapi, istrinya di rumah selingkuh dengan Pria Idaman Lain (PIL).

Hasil gambar untuk Istri Selingkuh Hingga Hamil, TKI Asal Ponorogo Hancurkan Rumah Pakai Alat Berat

"Ini awalnya kasus yang berakhir pembongkaran rumah yang bangunannya hendak dibuat dua lantai itu," jelasnya.

Kades memaoarkan sebelum adanya pembongkaran rumah, sudah lama dilakukan mediasi. Namun proses mediasi dilakukan mulai di Desa Pengkol sampai di Polsek Kauman, hasilnya tidak ada titik temu.

"Akhirnya hari ini rumah dibongkar, karena tidak ada titik temu. Tapi, kasus ini tidak sampai di Pengadilan," tegasnya.

Kades memaparkan jika tanah yang ditempati bangunan rumah itu adalah milik orang tua istri. Sebelumnya, ada tawaran tanah ini mau dibeli sang suami H, tetapi tidak boleh pihak keluarga istri.

"Sebaliknya istri disuruh membeli dengan harga separo dari bangunan rumah ini juga tidak mau, karena tidak ada dananya," urainya.

Untuk itu, karena melalui mediasi sudah tidak bisa, akhirnya rumah itu dibongkar. Selama proses pembongkaran menggunakan alat berat berjalan dengan aman dan lancar. Selain disaksikan ratusan warga, terlihat anggota Polsek Kauman ikut mengawasi jalannya pembongkaran, dan sejumlah warga mendekat merekam kejadian itu.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

SARAN DARI KAMI