BIKIN VIRAL

follow us

4 Tanaman dari Indonesia yang Disebut Efektif Cegah Virus Corona

4 Tanaman dari Indonesia yang Disebut Efektif Cegah Virus Corona

Merdeka.com - Virus corona sudah masuk ke Indonesia. Dua WNI dari Depok dinyatakan positif corona setelah melakukan kontak langsung dengan turis asal Jepang. Kabar ini segera menjadi perbincangan riuh di berbagai media.
Masyarakat Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman virus corona. Chairul Anwar Nidom, seorang peneliti dari Surabaya, Jawa Timur menemukan penangkal ampuh virus corona. Penangkal virus corona itu adalah curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang banyak ditemukan di Indonesia.

Jahe

manfaat jahe
2020 Merdeka.com

Salah satu tanaman yang bisa menangkal virus corona adalah jahe. Jahe merupakan tanaman yang sangat populer. Kegunaannya sebagai obat juga tidak diragukan lagi. Rasa pedas pada jahe disebabkan oleh senyawa keton bernama zingeron. Di Indonesia, jahe biasa digunakan untuk bahan masakan atau diseduh sebagai minuman.
Ada tiga jenis jahe yang dikenal di pasaran, yaitu jahe kuning, jahe gajah atau jahe badak, dan jahe merah. Jahe kuning biasa dipakai untuk bumbu masakan. Rasa dan roma jahe ini cukup tajam. Jahe jenis ini memiliki ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.
Jahe gajah atau jahe badak memiliki bentuk yang besar dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpangnya berwarna kuning hingga putih. Sementara jahe merah memiliki kandungan minyak atisiri tinggi.
Dibanding kedua jahe lainnya, jahe merah memiliki rasa paling pedas. Jahe merah cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dibanding dua jenis jahe lain. Jahe merah memiliki serat lebih besar dibanding jahe biasa.

Sereh

sereh
shutterstock
Sereh mengandung berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin B, magnesium, kalium dan zat besi. Dalam penelitian Nidom, sereh merupakan salah satu tanaman yang mengandung curcumin dan bisa dijadikan penangkal virus corona.
Sereh yang menimbulkan cita rasa pada makanan dan minuman menjadi lebih lezat ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sereh di antaranya bisa mengatasi gigi berlubang, menangkal radikal bebas, mengontrol tekanan darah, meringankan gejala sindrom pramenstruasi, mengaur fungsi otot, mengatasi kecemasan, hingga menurunkan berat badan.
Selain itu sereh juga dapat mencegah keputihan, meredakan rasa sakit, bengkak, demam, batuk, sakit perut, serta sakit kepala. Untuk menangkal virus corona, masyarakat diharapkan rajin mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung curcumin, misalnya teh sereh. Meskipun demikian, konsumsi sereh tidak boleh berlebihan karena bisa menimbulkan efek buruk.

Kunyit

manfaat kunyit

Kunyit termasuk tanaman jahe-jahean yang banyak ditemukan di Indonesia. Kunyit mengandung curcumin yang dianggap bisa menangkal virus corona. Tanaman ini merupakan tanaman asli Asia Tenggara. Tanaman ini biasanya digunakan untuk bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.
Kunyit digunakan untuk pewarna kuning pada makanan, atau sebagai pengawet. Ekstrak kunyit juga diproduksi sebagai suplemen makanan dalam bentuk kapsul. Kunyit bermanfaat untuk mendinginkan badan, membersihkan, mempengaruhi bagian perut khususnya pada lambung, merangsang dan melepaskan lebihan gas di usus, menghentikan pendarahan, serta mencegah penggumpalan darah.

Temulawak

temulawak

Tanaman ini merupakan tanaman asli Indonesia. Temulawak mengandung kurkuminoid, minyak atsiri, pati, protein, lemak, selulosa, dan mineral. Temulawak bisa menjadi obat antiradang, menghambat pembengkakan, antimikroba, dan lain sebagainya.
Beberapa manfaat temulawak untuk kesehatan di antaranya mengatasi masalah sistem pencernaan, mengatasi sendi yang sakit dan kaku, mencegah dan membantu mengobati kanker, antibakteri, obat jerawat, menjaga kesehatan liver, obat diuretik, dan lain sebagainya.
Meskipun temulawak merupakan obat alami, tapi konsumsinya tidak boleh sembarangan. Konsumsi temulawak juga bisa menimbulkan efek negatif seperti iritasi perut dan mual. Temulawak sebaiknya juga dihindari oleh penderita penyakit hati dan empedu. Pasalnya, temulawak bisa meningkatkan produksi empedu yang bisa memperburuk kondisi kesehatan. [rka]

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar